Thursday, July 16, 2015

Teknis Dan Cara Budidaya Cacing Tanah



Cara Memelihara Cacing Tanah, Media Pemeliharaan, Bibit Cacing Sampai Panen
Budidaya cacing tanah dikala ini sudah mulai banyak dilakukan oleh para peternak sapi sebagai perjuangan sampingan yang cukup menjanjikan. Mengapa peternak? Karena peternak mempunyai stok media pemeliharaan cacing yang tidak terbatas yang berupa kotoran sapi maupun kompos.

Ada sekitar 4500 spesies cacing di dunia, sekitar 2700 di antaranya yaitu spesies cacing tanah. Ada dua tipe spesies cacing tanah menurut sikap hidupnya, yaitu earthmovers dan composters (pembuat kompos).

Earthmovers yaitu spesies soliter (penyendiri) yang hidup di dalam tanah dengan menciptakan terowongan berongga di dalam tanah (rongga-rongga ini akan terisi udara dan oksigen yang baik untuk akar tanaman). Mereka hidup dari memakan bakteri, fungi, dan algae pada tanah dan memperlihatkan nutrisi melalui kotoran mereka ke tanah pada level akar yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Sedangkan Composters yaitu spesies yang hidup secara massal dalam tumpukan organik di permukaan tanah. Mereka mengkonsumsi bakteri, fungi, dan algae yang ada pada dedaunan mati dan materi organik lainnya dan mengubahnya menjadi humus.

Spesies cacing tanah yang biasa dikomersilkan antara lain Eisenia foetida, Lumbricus rubellus, Lumbricus hortensis, Lumbricus terristris, Eudrilus engeniae, Eisenia andrei, dan Perionyx excavatus. Cacing harimau (Eisenia foetida) dan cacing merah (Rubellus lumbricus) merupakan cacing tanah jenis Composters.

Jika anda tertarik untuk mencoba beternak cacing maka anda sanggup mengikuti petunjuk simpel memelihara cacing dibawah ini.

Persiapan Pemeliharaan Cacing, Persyaratan Lokasi atau Media Cacing Tanah 


lahan cacing tanah vermicultureworms.com

Tanah sebagai media hidup cacing harus mengandung materi organik dalam jumlah yang besar.
Bahan-bahan organik tanah sanggup berasal dari serasah (daun yang gugur), kotoran ternak atau tumbuhan dan binatang yang mati. Cacing tanah menyukai bahan-bahan yang gampang membusuk alasannya lebih gampang dicerna oleh tubuhnya.

Untuk pertumbuhan yang baik, cacing tanah memerlukan tanah yang sedikit asam hingga netral atau ph sekitar 6-7,2. Dengan kondisi ini, basil dalam badan cacing tanah sanggup bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan atau fermentasi.

Kelembaban yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing tanah yaitu antara 15-30 %.
Suhu yang diharapkan untuk pertumbuhan cacing tanah dan penetasan kokon yaitu sekitar 15–25 derajat C atau suam-suam kuku. Suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat C masih baik asal ada naungan yang cukup dan kelembaban optimal.

Lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan supaya gampang penanganan dan pengawasannya serta tidak terkena sinar matahari secara langsung, contohnya di bawah pohon rindang, di tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen) yang atapnya terbuat dari bahan-bahan yang tidak meneruskan sinar dan tidak menyimpan panas.

Pedoman Teknis Budidaya Cacing Tanah

budidaya cacing kaskus.co.id

1) Penyiapan Sarana dan Peralatan
Pembuatan sangkar sebaiknya memakai bahan-bahan yang murah dan gampang didapat menyerupai bambu, rumbia, papan bekas, ijuk dan genteng tanah liat.

Salah satu tumpuan sangkar permanen untuk peternakan skala besar yaitu yang berukuran 1,5 x 18 m dengan tinggi 0,45 m. Didalamnya dibentuk rak-rak bertingkat sebagai daerah wadah-wadah pemeliharaan. Bangunan sangkar sanggup pula tanpa dinding (bangunan terbuka). Model-model sistem budidaya, antara lain rak berbaki, kotak bertumpuk, pancing bertingkat atau pancing berjajar.

2) Pembibitan

Persiapan yang diharapkan dalam pembudidayaan cacing tanah yaitu meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan sangkar cacing dan sangkar pelindung.

Pemilihan Bibit Calon Induk

Sebaiknya dalam beternak cacing tanah secara komersial digunakan bibit yang sudah ada alasannya diharapkan dalam jumlah yang besar. Namun bila akan dimulai dari skala kecil sanggup pula digunakan bibit cacing tanah dari alam, yaitu dari tumpukan sampah yang membusuk atau dari daerah pembuangan kotoran hewan.

Pemeliharaan Bibit Calon Induk

Pemeliharaan sanggup dibagi menjadi beberapa cara:
  • Pemeliharaan cacing tanah sebanyak-banyaknya sesuai daerah yang digunakan. Cacing tanah sanggup dipilih yang muda atau dewasa. Jika sarang berukuran tinggi sekitar 0,3 m, panjang 2,5 m dan lebar kurang lebih 1 m, sanggup ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa.
  • Pemeliharaan dimulai dengan jumlah kecil. Jika jumlahnya telah bertambah, sebagian cacing tanah dipindahkan ke kolam lain.
  • Pemeliharaan kombinasi cara 1 dan 2.
  • Pemeliharaan khusus kokon hingga anak, sehabis cerdik balig cukup akal di pindah ke kolam lain.
  • Pemeliharaan khusus cacing cerdik balig cukup akal sebagai bibit.

Sistem Pemuliabiakan

Apabila media pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman sanggup segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yang ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah diletakan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, gres bibit cacing yang lain dimasukkan.

Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media (wadah). Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yang meninggalkan wadah berarti cacing tanah itu betah dan media sudah cocok. Sebaliknya bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media.

Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dengan yang baru. Perbaikan sanggup dilakukan dengan cara disiram dengan air, kemudian diperas hingga air perasannya terlihat berwarna bening (tidak berwarna hitam atau cokelat tua).

Reproduksi, Perkawinan

Cacing tanah termasuk binatang hermaprodit, yaitu mempunyai alat kelamin jantan dan betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tidak sanggup dilakukannya sendiri. Dari perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yang berisi telur-telur.

Kokon berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 angkuh korek api. Kokon ini diletakkan di daerah yang lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor.
Diperkirakan 100 ekor cacing sanggup menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai cerdik balig cukup akal sehabis berumur 2-3 bulan yang ditandai dengan adanya gelang (klitelum) pada badan potongan depan. Selama 7-10 hari sehabis perkawinan cacing cerdik balig cukup akal akan dihasilkan 1 kokon.

3) Pemeliharaan

Pemberian Pakan

Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam sebanyak berat cacing tanah yang ditanam. Apabila yang ditanam 1 Kg, maka pakan yang harus diberikan juga harus 1 Kg. Secara umum pakan cacing tanah yaitu berupa semua kotoran hewan, kecuali kotoran yang hanya digunakan sebagai media.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pinjaman pakan pada cacing tanah, antara lain :
  • Pakan yang diberikan harus dijadikan bubuk atau bubur dengan cara diblender.
  • Bubur pakan ditaburkan rata di atas media, tetapi tidak menutupi seluruh permukaan media, sekitar 2-3 dari peti wadah tidak ditaburi pakan.
  • Pakan ditutup dengan plastik, karung , atau materi lain yang tidak tembus cahaya.
  • Pemberian pakan berikutnya, apabila masih tersisa pakan terdahulu, harus diaduk dan jumlah pakan yang diberikan dikurangi.
  • Bubur pakan yang akan diberikan pada cacing tanah mempunyai perbandingan air 1:1.
  • Cacing tanah akan makan apa saja yang bersifat organik yang sanggup diuraikan dan harus lembab. Cacing tanah tidak sanggup makan kuliner kering. Makanan dicerna dalam ampela, yang bertindak menyerupai gigi untuk menggiling makanan. Usus memecahnya lebih lanjut dan keluar sebagai kotoran (castings) yang sangat bermanfaat bagi tanaman.

Berikut yaitu beberapa jenis pakan atau kuliner kesukaan cacing tanah:
  • Kardus atau koran yang sudah disobek-sobek dan dilembabkan
  • Dedaunan mati
  • Kulit telur hancur
  • Sabut kelapa
  • Potongan sayur
  • Sisa kupasan kulit kentang, apel, pisang dan kulit sayuran/buah lain
Sebelum diberikan ke cacing tanah, kuliner sanggup dipotong, diparut, atau diblender. Semakin kecil potongan makanan, akan semakin gampang dicerna oleh cacing. Pemberian makan sebaiknya paling sedikit tiga hari sekali.

Benda yang dihentikan berada dalam media pemeliharaan cacing:
  • Benda yang tidak sanggup diuraikan menyerupai plastik, kaca, karet, tulang dan juga materi kimia menyerupai sabun dan obat-obatan.
  • Cacing tidak menyukai kuliner asam menyerupai jeruk, lemon dan tomat.
  • Makanan berbau tajam menyerupai bawang merah, bawang putih, dan kulit jeruk menciptakan cacing tidak nyaman dan secara naluriah akan menjauhi sumber bau.
  • Makanan menyerupai sisa daging, kuliner berminyak dan produk susu juga tidak sebaiknya diberikan ke cacing alasannya akan cepat bacin dan sanggup mengundang binatang lain menyerupai semut, tikus dan lalat yang sanggup mengganggu perkembangan cacing.
  • Makanan lain yang membahayakan cacing antara lain cabai, garam, gula, dan kotoran binatang segar yang belum terfermentasi (mengandung basil berbahaya menyerupai staphylococcus dan streptococcus yang sanggup membunuh cacing).
Penggantian Media

Media yang sudah menjadi tanah/kascing atau yang telah banyak telur (kokon) harus diganti. Supaya cacing cepat berkembang, maka telur, anak dan induk dipisahkan dan ditumbuhkan pada media baru. Rata-rata penggantian media dilakukan dalam jangka waktu 2 Minggu.

Proses Kelahiran

Bahan untuk media pembuatan sarang adalah: kotoran hewan, dedaunan/ Buah-buahan, batang pisang, limbah rumah tangga, limbah pasar, kertas koran/ kardus/ kayu lapuk/ bubur kayu.

Bahan yang tersedia terlebih dahulu dipotong sepanjang 2,5 Cm. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, diaduk dan ditambah air kemudian diaduk kembali. Bahan gabungan dan kotaran ternak dijadikan satu dengan persentase perbandingan 70:30 ditambah air secukupnya supaya tetap basah.

Hama dan Penyakit Cacing Tanah

Keberhasilan beternak cacing tanah tidak terlepas dari pengendalian terhadap hama dan musuh cacing tanah. Beberapa hama dan musuh cacing tanah antara lain: semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, kutu dan lain-lain.

Musuh yang juga ditakuti yaitu semut merah yang memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. Padahal kedua zat ini diharapkan untuk penggemukan cacing tanah. Pencegahan serangan semut merah dilakukan dengan cara disekitar wadah pemeliharaan (dirambang) diberi
air cukup.

Panen Cacing Tanah

panen cacing infousaha87.blogspot.com

Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil terpenting (utama) yang sanggup diharapkan, yaitu biomas (cacing tanah itu sendiri) dan kascing (bekas cacing). Panen cacing sanggup dilakukan dengan banyak sekali cara salah satunya yaitu dengan mengunakan alat penerangan menyerupai lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya sehingga mereka akan berkumpul di potongan atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing tanah itu dengan medianya.

Ada cara panen yang lebih hemat dengan membalikan sarang. Dibalik sarang yang gelap ini cacing biasanya berkumpul dan cacing gampang terkumpul, kemudian sarang dibalik kembali dan pisahkan cacing yang tertinggal.

Jika pada dikala panen sudah terlihat adanya kokon (kumpulan telur), maka sarang dikembalikan pada wadah semula dan diberi pakan hingga sekitar 30 hari. Dalam jangka waktu itu, telur akan menetas. Dan cacing tanah sanggup diambil untuk dipindahkan ke wadah pemeliharaan yang gres dan kascingnya siap di panen.

Sumber: warintek.ristekdikti.go.id dan sumber lainnya

Jenis-Jenis Cacing Yang Dapat Dipelihara Dan Dibudidayakan


Macam-macam Jenis Cacing Yang Cocok Untuk Usaha Peternakan
Cacing tanah ialah cacing berbentuk tabung dan tersegmentasi dalam filum Annelida. Mereka umumnya ditemukan hidup di tanah, memakan materi organik hidup dan mati. Sistem pencernaan berjalan melalui panjang tubuhnya. Mengutip dari situs Wikipedia, nama ilmiah cacing tanah adalah: Lumbricina
Sepasang cacing tanah cendekia balig cukup akal sanggup berkembang biak sampai menghasilkan 1500 ekor cacing dalam satu tahun. Populasi cacing tanah mengalami peningkatan sampai 100% setiap 4-6 bulan. Cacing tanah akan membatasi perkembangbiakan mereka semoga sesuai dengan kuliner yang tersedia dan ukuran daerah hidup mereka.


Cacing tanah kawin

Cacing tanah ialah binatang hermafrodit (organ kelamin jantan & betina di dalam satu individu). Meskipun hermafrodit, cacing tanah tidak bisa melaksanakan reproduksi sendirian alasannya ialah tidak bisa menyatukan organ kelamin jantan dan organ kelamin betina mereka sendiri. Cacing tanah akan aktif untuk bereproduksi pada keadaan hangat dan lembab. 


Kepompong cacing tanah

Cacing tanah cendekia balig cukup akal sanggup kawin kira-kira sekali setiap 10 hari, dan dari perkawinan itu, sanggup menghasilkan satu atau dua kepompong. Satu kepompong sanggup menampung sampai 10 telur, namun biasanya hanya 4 cacing muda yang akan menetas.

Telur cacing tanah sanggup menetas sehabis 3 ahad kalau cuaca hangat, namun bisa mencapai 3 bulan kalau cuaca dingin. Saat anak cacing tanah siap keluar, kepompong berubah warna menjadi kemerahan dan berukuran sebesar biji anggur. Anak cacing tanah yang gres menetas berukuran sekitar 1.2 cm, tanpa organ reproduksi, berwarna keputihan dengan semburat merah muda yang memperlihatkan pembuluh darah mereka.

Cacing tanah akan mulai matang secara seksual ketika clitellum terbentuk dengan tepat (usia 10-55 minggu, tergantung spesies). Pertumbuhan berat badan cacing tanah akan melambat sehabis melewati tahap ini.

Sebagian cacing tanah akan mati pada tahun yang sama ketika mereka dilahirkan. Sementara yang lain sanggup hidup sampai usia 5 tahun atau lebih. Cacing bau tanah ditandai dengan penggalan ekor agak pipih dan warna kuning pada ekor sudah mencapai punggung. Bila cacing tanah masih produktif, warna kuning masih ada di ujung ekor.

Berikut Beberapa Jenis Cacing Tanah Yang Bisa Diternak / Dibudidayakan

Jenis Cacing Tanah Eisenia fetida
Ukuran badan cacing ini berkisar antara 7-8 cm dan berwarna coklat kemerahan dengan segmen berwarna cerah sehingga biasa disebut cacing Tiger atau cacing merah. Tubuhnya berbentuk silindris dan gerakannya lamban. Cacing ini biasanya ditemukan pada tumpukan materi organik, sampah rumah tangga, atau di bawah batang pisang yang membusuk. Cacing ini juga termasuk dalam cacing budidaya dari Eropa yang cukup populer alasannya ialah ketahanannya hidup di temperatur 18 - 27°C.

Jenis Cacing Tanah Lumbricus rubellus
Lumbricus rubellus atau cacing ekor kuning merupakan jenis cacing asal Eropa yang paling banyak dibudidayakan dan biasa dipakai dalam industri farmasi, kosmetik, pakan hewan, serta konsumsi bagi manusia. Cacing yang biasa hidup di atas permukaan tanah ini mempunyai ukuran badan yang kecil dengan panjang 8 - 14 cm. Warna badan pada penggalan punggung berwarna cokelat cerah sampai ungu kemerahan, perut berwarna krem, serta ekor kekuningan. Bentuk badan membulat dengan panjang agak memipih. Gerakannya lamban dan mempunyai kadar air dalam badan sekitar 70-78%.

Jenis Cacing Eudrilus eugeniae
Cacing yang disebut African Nightcrawler ini biasa dibudidayakan untuk diambil kascingnya. Cacing yang berwarna merah keunguan ini hanya sanggup hidup di temperatur 24-30°C namun mempunyai kemampuan reproduksi yang tinggi. Cacing African Nightcrawler mempunyai ukuran badan lebih besar dari cacing ekor kuning dan bisa mencapai panjang 20 cm.

Jenis Cacing Tanah Perionyx exavatus
Cacing ini merupakan cacing lokal yang bentuknya menyerupai kalung sehingga biasa disebut cacing kalung. Ukuran tubuhnya relatif lebih besar dibandingka dengan jenis cacing tanah lainnya. Bentuk tubuhnya membulat, berwarna coklat keunguan, dan sedikit kelabu. Cacing ini biasa hidup di sekitar kotoran ternak dan di bawah batang pisang yang membusuk.

Jenis Cacing Tanah Pheretima sp.
Cacing lokal yang mempunyai warna badan kuning kecoklatan, gerakannya lamban, dan melingkar kalau tubuhnya disentuh ini biasa disebut cacing koot. Ukuran badan cacing ini sedikit lebih pendek dari cacing kalung. Cacing ini biasanya dipakai sebagai umpan pancing.

Jenis Metaphire Longa
Cacing ini mempunyai warna badan berwarna hitam dan mempunyai segmen faktual menyerupai sisik. Ukuran tubuhnya lebih besar kalau dibandingkan dengan jenis cacing lokal lainnya dan bisa mencapai panjang 1,5 meter. Cacing yang biasa disebut cacing sondari ini seringkali terlihat menaiki batang pohon pada malam hari dan mengeluarkan bunyi lengkingan.

Jenis Cacing Tubifex sp.
Cacing sutera mempunyai badan yang kecil, lunak, dan lembut menyerupai sutra. Cacing ini berukuran sekitar 1-2cm dan bahagia hidup berkelompok. Cacing sutera sanggup ditemukan pada terusan air atau kubangan air berlumpur yang bergerak perlahan. Cacing sutera biasa dipakai untuk pakan ikan hias atau bibit ikan alasannya ialah kandungan proteinnya yang tinggi.

Sekilas Tentang Cacing Tanah

Budidaya cacing tanah ialah salah satu cara yang sanggup kita lakukan untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik. Manfaat cacing tanah :
  • Cacing tanah sanggup membantu mengolah sampah dapur menjadi kompos yang baik untuk tumbuhan. Cacing tanah bisa mengubah materi organik yang dimakan menjadi kotoran (castings) dan urine (worm tea). Kandungan urea dalam urine cacing ialah pupuk alami yang baik. Terlebih kotoran cacing mengandung nitrogen, fosfor, magnesium, potasium, dan kalsium yang penting untuk pertumbuhan tanaman.
  • Tubuh cacing tanah yang terdiri atas 70% protein ialah sumber kuliner bergizi tinggi bagi binatang ternak dan peliharaan menyerupai ayam, bebek, ikan, sidat, dan burung.
  • Kegiatan menggali yang dilakukan cacing tanah bisa membuat sistem drainase alami, meningkatkan jumlah udara dan air dalam tanah sehingga tanah menjadi lebih gembur dan baik untuk ditanami semua jenis tanaman.
Ada sekitar 4500 spesies cacing di dunia, sekitar 2700 di antaranya ialah spesies cacing tanah. Ada dua tipe spesies cacing tanah menurut sikap hidupnya, yaitu earthmovers dan composters (pembuat kompos).

Earthmovers ialah spesies soliter (penyendiri) yang hidup di dalam tanah dengan membuat terowongan berongga di dalam tanah (rongga-rongga ini akan terisi udara dan oksigen yang baik untuk akar tanaman). Mereka hidup dari memakan bakteri, fungi, dan algae pada tanah dan menawarkan nutrisi melalui kotoran mereka ke tanah pada level akar yang sangat diharapkan oleh tanaman.

Sedangkan Composters ialah spesies yang hidup secara massal dalam tumpukan organik di permukaan tanah. Mereka mengkonsumsi bakteri, fungi, dan algae yang ada pada dedaunan mati dan materi organik lainnya dan mengubahnya menjadi humus.

Spesies cacing tanah yang biasa dikomersilkan antara lain Eisenia foetida, Lumbricus rubellus, Lumbricus hortensis, Lumbricus terristris, Eudrilus engeniae, Eisenia andrei, dan Perionyx excavatus. Cacing harimau (Eisenia foetida) dan cacing merah (Rubellus lumbricus) merupakan cacing tanah jenis Composters.


Cacing harimau (Eisenia foetida)

Cacing harimau mempunyai garis-garis merah dan kuning pada tubuhnya dan lebih sering menggeliat (meronta) keras ketika berada di tangan manusia.


Cacing merah (Lumbricus rubellus)

Cacing merah lebih menentukan tinggal di atas permukaan tanah, di bawah kayu lapuk, dedaunan kering dan sampah organik lainnya.

Tubuh cacing tanah sebagian besar terdiri dari air dan tersusun atas segmen-segmen (sekitar 95 segmen) yang sanggup menyusut dan meregang untuk membantu cacing bergerak di dalam tanah. Cacing tanah tidak mempunyai tulang, gigi, mata, indera pendengaran atau kaki. Cacing tanah mempunyai lima jantung.

Cacing tanah mempunyai organ perasa yang sensitif terhadap cahaya dan sentuhan (reseptor sel) untuk membedakan perbedaan intensitas cahaya dan mencicipi getaran di dalam tanah. Selain itu, mereka juga mempunyai kemoreseptor khusus yang bereaksi terhadap rangsangan kimia. Organ-organ perasa pada cacing tanah terletak di penggalan anterior (depan/muka).

Anatomi cacing tanah

Kepala cacing tanah terletak pada penggalan yang paling erat dengan clitellum. Mereka biasanya bergerak searah penggalan kepala menghadap ketika berpindah tempat.

Clitellum ialah segmen pada cacing tanah (mirip korset) daerah kelenjar sel. Fungsinya untuk membentuk kokon (kepompong) dari sekresi lendir dimana sel-sel telur akan diletakkan nantinya di dalam kokon ini. Selama periode kekeringan, beberapa spesies cacing tanah akan kehilangan ciri-ciri seksual sekunder untuk sementara, menyerupai hilangnya clitellum. Saat keadaan membaik, clitellum akan terbentuk kembali. Clitellum juga bisa menghilang pada usia tua.

Cacing tanah bernapas dengan kulit mereka yang tipis. Kulit cacing harus tetap lembab sepanjang waktu untuk memungkinkan untuk menghirup oksigen yang sangat dibutuhkan. Oksigen yang masuk lewat kulit akan diikat oleh hemoglobin dalam darah dan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Jika kulit mereka mengering, cacing tanah akan mati lemas. Kulit cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya matahari pribadi ataupun suhu panas yang sanggup membuat kulit mereka kering.

Cacing tanah ialah binatang berdarah hambar (poikiloterm), mereka tidak bisa menghasilkan panas tubuh. Suhu badan mereka dipengaruhi oleh suhu lingkungan.

Dalam kondisi tepat, cacing tanah sanggup makan sebanyak berat badan mereka per harinya. Sebagai contoh, 1 kg cacing tanah sanggup makan 1 kg kuliner setiap hari. Namun disarankan untuk menawarkan kuliner setengah dari berat badan cacing di awal pemeliharaan untuk selanjutnya diubahsuaikan dengan kemampuan makan cacing. Jika kuliner terlalu banyak, daerah pemeliharaan akan menjadi busuk alasannya ialah cacing tidak sanggup memproses semua kuliner sebelum kuliner membusuk. Terlalu sedikit, cacing akan kelaparan.

Kotoran cacing tanah

Cacing tanah akan makan apa saja yang bersifat organik yang sanggup diuraikan dan harus lembab. Cacing tanah tidak bisa makan kuliner kering. Makanan dicerna dalam ampela, yang bertindak menyerupai gigi untuk menggiling makanan. Usus memecahnya lebih lanjut dan keluar sebagai kotoran (castings) yang sangat bermanfaat bagi tanaman.

Berikut ialah kuliner kesukaan cacing tanah:
  • Kardus atau koran yang sudah disobek-sobek dan dilembabkan
  • Dedaunan mati
  • Kulit telur hancur
  • Sabut kelapa
  • Potongan sayur
  • Sisa kupasan kulit kentang, apel, pisang dan kulit sayuran/buah lain
Sebelum diberikan ke cacing tanah, kuliner sanggup dipotong, diparut, atau diblender. Semakin kecil potongan makanan, akan semakin gampang dicerna oleh cacing. Pemberian makan sebaiknya paling sedikit tiga hari sekali.

Benda yang dihentikan berada dalam media pemeliharaan cacing:
  • Benda yang tidak sanggup diuraikan menyerupai plastik, kaca, karet, tulang dan juga materi kimia menyerupai sabun dan obat-obatan.
  • Cacing tidak menyukai kuliner asam menyerupai jeruk, lemon dan tomat.
  • Makanan berbau tajam menyerupai bawang merah, bawang putih, dan kulit jeruk membuat cacing tidak nyaman dan secara naluriah akan menjauhi sumber bau.
  • Makanan menyerupai sisa daging, kuliner berminyak dan produk susu juga tidak sebaiknya diberikan ke cacing alasannya ialah akan cepat busuk dan sanggup mengundang binatang lain menyerupai semut, tikus dan lalat yang sanggup mengganggu perkembangan cacing.
  • Makanan lain yang membahayakan cacing antara lain cabai, garam, gula, dan kotoran binatang segar yang belum terfermentasi (mengandung basil berbahaya menyerupai staphylococcus dan streptococcus yang sanggup membunuh cacing).

Jenis-Jenis Ternak Domba Unggul Untuk Pedaging

Macam-macam Domba Pedaging Unggul Yang Layak Dipelihara dan Dibudidayakan
Domba atau dikenal juga dengan nama biri-biri yakni ruminansia dengan rambut tebal dan dikenal orang banyak alasannya dipelihara untuk dimanfaatkan rambut, daging, dan susunya. Dikutip dari Wikipedia, Nama ilmiah domba yakni Ovis aries. Jenis domba ada bermacam-macam, antara lain domba ekor gemuk, domba merino, domba garut, dombos, domba gembel dll.
Jenis Domba Merino

Domba Merino termasuk domba berukuran sedang, pejantan dewasanya sanggup mencapai bobot 70-80 kg, sedangkan betinanya 50-60 kg. domba yang populer dengan kualitas wolnya ini berasal dari tempat Asia Kecil, namun dikala ini telah menyebar ke banyak sekali penjuru dunia, khususnya negara-negara subtropis, alasannya memang domba merino lebih cocok dipelihara di daerah 4 musim. MEREG yakni domba hasil silangan domba Merino asal Australia dengan domba lokal jenis domba Ekor Besar.Populasi dilakukan dengan cara kawin suntik, sehingga hasil kawin silang sanggup mengadabtasi dengan iklim di Indonesia yeng ber iklim TropikaPenyilangan ini dilakukan untuk membantu semoga proses kawin bisa lebih mudah, juga alasannya bentuk phisik domba Merino jauh lebih besar dari pada domba local yang ada di Indonesia.

Domba Silangan Merino yakni tergolong jenis domba Pedaging, selain menghasilkan daging juga bisa diambil bulunya 3 bulan sanggup menghasilkan bulu seberat 4 Kg, ini membuka peluang perjuangan yang sangat menjanjikan. Strain Merino spanyol yang mempunyai karakteristik lebih berdaging di bandingkan dengan Marino Amerika yang telah di impor sekitar tahun 1800, melahirkan bangsa Delaine Merino. Delain Merino mempunyai ciri – ciri berwarna karakteristik putih, bangsa dari Delaine Merino ini bertanduk, suka berkelompok dan Delaine Merino betina sanggup beranak sepanjang tahun. Bangsa ini sering di sebut Merino tipe C, alasannya tubuhnya berbulu tidak keriting.

Jenis Domba Garut


Domba Garut atau Domba Priangan yakni domba yang berasal dari daerah Limbangan Kabupaten Garut. Dalam bahasa latin disebut ovis aries yang merupakan gabungan dari perkawinan antara domba lokal dengan domba jenis capstaad dari Afrika Selatan dan domba merino dari Australia. Domba capstaad sudah ada lebih dulu di Garut, sementara domba merino gres didatangkan ke Garut pada masa ke-19. Dari ketiga jenis domba itulah, lahir varietas gres yang lalu disebut domba Garut
Domba garut populer sebagai domba aduan, dengan tanduk besarnya yang kuat dan melengkung ke bawah dan lehernya yang kuat. Diduga domba garut berasal dari persilangan 3 jenis domba, yakni Domba Ekor Tebal, Domba Merino dan Domba Parahyangan, lalu secara turun menurun dikembang biakkan di Priangan dan sekitarnya, alasannya itu domba garut juga disebut domba Priangan
Anda percaya bila harga domba Garut sama dengan harga mobil? Domba garut milik peternak asal Bandung Barat ini buktinya. Domba garut berjulukan Pramesta berusia empat tahun ini pernah ditawar hingga Rp 200 juta, atau setara dengan kendaraan beroda empat Toyota Avanza. (tibunnews.com)
Domba garut mempunyai variasi warna yang beragam, yakni putih, coklat, hitam atau kombinasi ketiganya. Pejantan remaja domba garut sanggup mencapai bobot lebih dari 60kg dengan tanduk besar yang khas, sedangkan betina remaja lebih dari 30kg, tanpa tanduk.

Domba Gembel atau Domba Ekor Tipis

Disebut juga sebagai domba ekor tipis. Domba gembel, termasuk golongan domba kecil untuk peruntukan daging, domba ini biasa dipotong sesudah bobotnya mencapai 20-30kg. meski domba gembel jantan sanggup mencapai bobot 30-35 dan domba betina 15-20kg. Pejantan domba gembel mempunyai tanduk melingkar, sedangkan betinanya tidak bertanduk. Domba ekor tipis mempunyai warna rambut secara umum dikuasai putih dengan sedikit warna hitam disekitar mata.

Domba gembel merupakan jenis domba orisinil Indonesia yang bersifat multipara atau sanggup melahirkan lebih dari 1 anak dalam sekali kebuntingan, biasanya sanggup menghasilkan 2-5 anakan kembar sekali lahir. Domba gembel banyak terdapat di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur.

Domba Ekor Gemuk

Seperti halnya domba ekor tipis, domba ekor gemuk dibudidayakan sebagai domba pedaging. Karakter yang khas dari domba ini yakni bab ekornya yang menggemuk, mempunyai deposit lemak yang tebal. Pejantan domba ekor gemuk sanggup tumbuh hingga 40-60kg dengan tinggi tubuh 40-65cm, sedangkan betinanya hingga 25-35kg dengan tinggi tubuh 52-60cm. domba yang disebut kibas di Jawa ini mempunyai warna rambut secara umum dikuasai putih, tanpa tanduk dan abjad wol kasar.

Domba ekor gemuk banyak dijumpai di Jawa Timur (termasuk Madura), pulau-pulau di Nusa Tenggara dan di Sulawesi Selatan dengan sebutan Domba Donggala.

Ternak ini lebih sempurna dibudidayakan sebagai ternak penghasil daging (tipe potong) dari pada tipe wool, dengan pemeliharaan intensif sanggup diperoleh pertambahan berat tubuh antara 51-55 gram/hari. Domba Ekor Gemuk mempunyai kemampuan menimbun lemak pada pangkal ekornya. Bentuk tubuh lebar, domba jantan bobotnya mencapai 60 kg dan domba betina mencapai 50 kg.

Indonesia yang mempunyai iklim tropis dengan intesitas cahaya matahari yang cukup besar lengan berkuasa terhadap fertilitas yang tinggi, sehingga domba lokal yang ada di Indonesia sanggup menghasil banyak anak. Ditinjau dari faktor genetiknya DEG mempunyai produktivitas tinggi dengan rataan performan reproduksi mencakup angka kelahiran 156 %, fertilitas 75-80 %, dan lamb crop (panen cempe) 80 %.

Domba ekor gemuk mempunyai bentuk tubuh lebih besar dari domba ekor tipis. Hasil penelitian menandakan DEG yang ada diindonesia dengan jarak beranak 8 bulan sanggup menghasilkan anak 2,34 ekor/tahun, untuk 100 ekor induk DEG sanggup menghasilkan 234 ekor cempe dalam satu tahun.

Keunggulan Beternak Domba Ekor Gemuk :
1. Pemeliharaan Domba Ekor Gemuk lebih mudah, alasannya sifat dari ternak ini suka hidup ber
kelompok sehingga gampang dalam penggembalaannya.
2. Kemampuan merumput lebih rajin dan tekun dipadang pengembalaan dibandingkan kambing.
3. Bulu domba lebih tebal sanggup membantu untuk menahan penguapan air dari tubuhnya, tahan
terhadap panas dan kering sehingga lebih efisien dalam penggunaan air minum
4. Kulit Domba Ekor Gemuk mempunyai nilai hemat yang lebih tinggi dibanding kulit dari binatang
ternak kecil lainnya.
5. Kemampuan pembiasaan terhadap lingkungan gres lebih gampang dan daya tahan terhadap penyakit lebih kuat.

Jenis Domba Batur

Sebagaimana namanya, domba ini banyak dibudidayakan di daerah Batur, Banjarnegara Jawa Tengah. Domba batur dihasilkan dari persilangan domba ekor tipis, domba Suffolk dan domba texel. Domba ini tergolong domba besar dengan bobot pejantan dewasanya lebih dari 90kg, dan betinanya lebih dari 80kg. domba batur berwarna putih diseluruh tubuhnya dan muka, tanpa mempunyai tanduk, baik jantan maupun betinanya. Jenis domba batur Banjarnegara ini mempunyai keunggulan tersendiri yaitu terlihat gemuk, pada dikala usia 2 tahun domba jantan sudah mempunyai bobot mencapai 100 kg dan yang betina sekitar 80 kg, bahkan ada pula domba jantan yang bobotnya bisa mencapai 140 kg dan biasanya domba dengan bobot yang besar ini dipakai untuk pejantan alasannya dinilai sanggup menghasilkan bibit yang elok pula.

Menurut beberapa pendapat daging yang dihasilkan oleh domba ini lebih empuk dan rendah akan lemak sehingga cocok untuk dijadikan kuliner ibarat sate dan yang lainnya. Domba ini sanggup mulai dikawinkan pada umur 8 bundar dikala domba betina bobotnya mencapai 50 sapai 60 kg, domba betina akan bunting selama 5 bulan dengan prosentase kelahiran 1,5 ekor setiap kali melahirkan. Untuk ciri-ciri dari domba ini bisa dilihat dibawah ini.

Ciri-ciri Domba Batur antara lain:
  • Postur tubuhnya bisa besar dan panjang.
  • Kaki dari domba ini cenderung pendek namun kuat.
  • Domba ini tidak mempunyai tanduk baik itu yang jantan maupun yang betina.
  • Kulit dari domba ini cenderung tipis dari pada jenis domba yang lain ibarat jenis domba texel Wonosobo, namun bulu dari domba ini lebih tebal dari pada yang lainnya.
  • Seluruh tubuh domba ini diselimuti warna bulu yang secara umum dikuasai yaitu putih hingga bab muka.
  • Keunggulan yang terang terlihat dari domba ini mempunyai berat tubuh yang besar, untuk yang jantan berkisar antara 90 hingga 140 kg sedangkan yang betina antara 60 hingga 80 kg serta tingginya mencapai 75 cm untuk yang jantan sedangkan yang betina bisa mencapai 60 cm.
Jenis Domba Dombos (Domba Texel Wonosobo)

Dombos atau Domba Texel Wonosobo berasal dari Belanda, sengaja didatangkan oleh Pemerintah pada tahun 1954-1955 untuk dikembangkan di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, namun sayangnya domba Texel dari negeri Kincir Angin ini tidak sanggup berkembang dengan baik, sehingga domba Texel yang masih tersisa dipindahkan ke Wonosobo oleh Pemerintah, dan di daerah tersebutlah Domos sanggup berkembang dengan baik.

Domba Texel merupakan jenis domba pedaging dengan bobot pejantan remaja sanggup mencapai 100kg. setiap harinya pertambahan bobot tubuh yang sanggup dicapai domos berkisar 265-285 gram/ekor/hari apabila dipelihara secara intensif. Di samping itu, Domos juga penghasil wol yang baik, dengan abjad wol keriting spiral halus berwarna putih yang terdapat hampir di seluruh tubuhnya kecuali kepala, perut bab dalam dan perut bab dalam.

Hasil karkasnya mencapai 55 % dari bobot hidupnya. Dengan jumlah persentase karkas diatas rata­rata domba lokal, dan kualitas dagingnya yang cukup bagus, maka domba ini cocok sebagai domba pedaging atau domba potong. Domba texel umumnya mempunyai ukuran yang yang lebih besar bila dibandingkan dengan domba lokal pada umumnya. Domba Texel merupakan tipe domba jinak. Ketika ada seseorang mendekati maka domba ini biasanya tidak begitu bereaksi, bahkan ketika di sentuh sekalipun domba ini akan tetap terlihat damai dan tetap meneruskan memakan rumput dihadapannya.

Ciri-ciri Domba Texel:
  • Memiliki bulu yang menyelimuti seluruh bab tubuhnya, kecuali bab perut bawah, keempat kaki dan kepalanya.
  • Bulu domba ini umumnya berwarna putih.
  • Berbulu halus dan keriting berbentuk spiral.
  • Berpostur tubuh tinggi besar dan panjang.
  • Memiliki ekor yang kecil.
  • Memilki leher yang panjang.

Nama Dan Jenis Kelinci Pedaging Unggul Layak Dibudidayakan

Macam-macam Ternak Kelinci Unggul Sebagai Pedaging Yang Cepat Pertumbuhannya 

Jenis Kelinci Flemish Giant (FG)


jenis flamish giant
Jenis kelinci flemish giant ini berasal dari Argentina. Kelinci ini tergolong kelinci yang paling besar sebab bobotnya antara 5 kg hingga 6 kg. Selain untuk kelinci pedaging, kelinci ini juga ada yang menimbulkan sebagai kelinci hias. Untuk masa kawin dari kelinci ini 6 bulan atau 7 bulan sudah siap reproduksi. Saat ini harga daging kelinci perkg rata-rata Rp35.000. Untuk harga bibit kelinci ini agak mahal. Kalau beli di daerah peternak kelinci harga sepasang kelinci FG sekitar 700 ribu hingga 900 ribu. Sekali beranak, kelinci FG sanggup mencapai 12 ekor. Untuk rata-ratanya 6 ekor hingga 8 ekor. Dalam satu tahun, kelinci ini sanggup beranak empat kali.

Jenis Kelinci Australia New Zeland


anakan kelinci Australi

Jenis kelinci New Zeland White menjadi kelinci yang sangat cocok dikembangkan di Indonesia. Dengan berat indukan 3-4 kg memungkinkan anakkannya nanti dipanen ketika berusia 4 bulan dengan berat hidup rata-rata 2,5 kg. Namun kalau tidak mendapat kelinci jenis New Zeland White sanggup juga memakai kelinci yang sudah beredar di aneka macam wilayah Indonesia dengan syarat berat hidup indukan 3-4 kg, apapun jenisnya ( selain Flamish Giant ) yang penting ketika dipanen nanti mendapat persentase karkas 60 % dari total berat hidupnya ( min 50 % ).
Orang menyebutnya jenis kelinci Australi. Kelinci ini memang berasal dari Australi. Untuk warna kelinci Australi ini ada yang berwarna putih, abu-abu, dan kuning. Ukuran kelinci ini lebih kecil dibandingkan FG. Berat badannya antara 3 hingga 4 kg. Kelinci Australi sudah siap dikawinkan diusia 6 bulan. Satu kali beranak sanggup mencapai 10 ekor. Rata-rata 6 ekor. Untuk harga perkg kelinci ini Rp35.000. harga sepasang kelinci Australi yang sudah pandai balig cukup akal ini sekitar Rp500.000. memang lebih murah dibandingkan kelinci Fg. Pertumbuhannya juga relatif cepat, sehingga juga cocok untuk dipelihara sebagai kelinci yang diambil dagingnya. Sekedar saran, kalau anda ingin membudidayakan kelinci new zealand sebagai kelinci hias, sebaiknya menentukan kelinci yang mempunyai bulu berwarna putih dengan mata merah muda. Selain mempunyai keindahan tersendiri, warna tersebut juga banyak disukai kalangan pemelihara dan yang paling populer.

Jenis Kelinci Rambon


kelinci jenis rambon
Untuk jenis rambon ini banyak orang yang menyampaikan hasil persilangan kelinci Jawa lokal dengan kelinci Australia. Kelinci rambon ini besarnya hampir sama dengan kelinci Autrali tapi ukurannya lebih kecil. Berat badannya antara 2,5 kg hingga 3,5 kg. Kelinci ini mempunyai indera pendengaran yang panjang yang menyerupai dengan kelinci Australi. Kaprikornus sahabat jangan hingga ketipu atau keliru ketika mau membeli kelinci jenis rambon atau Australi. Harga sepasang kelinci rambon sekitar Rp400.000. setiap kali beranak, kelinci ini mencapai 8 ekor. Rata-rata 6 ekor. Harga dadingny sama dengan kelinci Australi yaitu Rp35.000 per kg.

Jenis Kelinci Rex 
Kelinci rex juga baik kalau diambil dagingnya ketika dipelihara. Seperti kelinci new zealand, kelinci rex juga sanggup tumbuh dengan bobot mencapai 5 kg. Dan juga, pertumbuhan serta reproduksi jenis kelinci ini mempunyai kecepatan yang cukup untuk dimanfaatkan di bisnid peternakan kelinci. Salah satu keunggulan jenis kelinci rex ialah selain sanggup diambil dagingnya, juga sanggup diambil kulitnya. Sehingga, peternak kelinci rex akan mendapat dua laba sekaligus ketika menentukan untuk memelihara jenis kelinci rex ini. Karena sangat baiknya kualitas kulit keonci rex ini, ada yang memberi julukan pada kulit kelinci ini dengan bulu karpet.

Kelinci Lokal/Jawa.
Jenis kelinci ini banyak diternakkan di Indonesia. Banyak orang yang menyakini bahwa jenis kelinci ini berasal dari jenis Netherland Dwarf. Jenis kelinci ini mempunyai ukuran yang kecil serta pertumbuhan yang lambat. Jenis kelinci ini ialah alternatif terakhir ketika peternak tidak mendapat kelinci jenis unggul untuk pedaging menyerupai jenis-jenis yang telah disebutkan diatas.

Harga Karkas Dan Daging Sapi Area Jawa Timur


Harga daging sapi memang mempunyai keunikan tersendiri. Ada anggapan di masyarakat persapian khususnya pelaku daging bahwa harga daging sapi kalau sudah naik lupa turun lagi.

Dan tampaknya anggapan bahwa harga daging sapi selalu naik dari tahun ke tahun memang terbukti meskipun tidak selalu naik terus. Semisal bulan kemudian harga daging 100 ribu per kg dan bulan ini harga naik menjadi 120 ribu per kg kemudian sebulan kedepan harga turun menjadi 110 ribu per kg. Kesan yang ditangkap yakni harga daging turun tetapi bergotong-royong penurunan harga tersebut tetap lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

Harga daging sapi dikala ini menjadi fokus pemerintah semenjak sasaran harga 80 ribu per kg belum juga tercapai dan ujungnya pemerintah getol impor daging beku yang berupa daging kerbau asal india yang harganya sangat murah di negara asalnya.

Memasuki tahun 2018 harga daging sapi ternyata tetap saja bertengger di kisaran Rp 100.000 per kg secara umum.

Daftar Harga Karkas dan Daging di RPH-RPH Jawa Timur
  • Harga karkas di RPH Bojonegoro dan Jember, dengan model belahan 4 paha, harga karkas berkisar antara Rp 98.000 - Rp 103.000/kg karkas. Persentase Karkas normal biasanya mencapai 40% - 45% tergantung jenis sapinya. Harga daging masih dikisaran 100 - 120 ribu per kg daging murni tanpa lemak.
  • Harga karkas di RPH dengan belahan karkas normal, belah empat / belah dua dengan triming normal berkisar antara Rp 85.000 - Rp 87.000 per kg. Dengan persentase karkas normal 47% - 49% . Model karkas ini diterapkan di RPH Surabaya dan sekitarnya.
  • Harga karkas di RPH dengan belahan tanpa triming dan hanya lepas kulit berkisar antara Rp 82.000 - 83.000 per kg karkas. Persentase karkas yang dibutuhkan (normal) antara 51% - 53%. Harga karkas ini berlaku di RPH Pasuruan, Probolinggo dan sekitarnya
  • Harga karkas di RPH dengan model potong tanpa timbang tulang punggung, harga karkas berkisar antara Rp 92.000 - Rp 95.000 per kg.  Harga karkas model ini masih diterapkan di RPH Kota Malang.
  • Harga daging di area Jawa Timur masih berkisar antara Rp 95.000 - 120.000 tergantung kualitas daging, semakin murni dan tanpa lemak harga daging akan dipatok semakin mahal oleh pedagang.
Catatan: Meski model karkas di banyak sekali RPH tersebut berbeda-beda tetapi bergotong-royong kalau dikonversi ke standar karkas normal maka kesannya akan sama saja yaitu berkisar antara Rp 85.000 - Rp 87.000 untuk standar karkas normal sapi lokal di Jawa Timur .

Informasi harga karkas dan daging diatas dapat saja berubah sewaktu-waktu dan dapat berbeda antara tempat yang satu dengan tempat yang lainnya.

Daftar Harga Burung Perkutut Aneka Macam Jenis



Berapakah Harga Perkutut Sesuai Jenisnya?
Burung perkutut pernah merajai animo burung kicauan pada masa lampau dan menjadi simbol status dan strata sosial yang tinggi bagi siapa saja yang memeliharanya, Trend ini terutama terjadi di masyarakat Jawa yang ketika itu masih kental dengan mitos dan mistis.
Daftar Harga Burung Perkutut Terbaru
          Jenis Burung Perkutut        Harga
  • Burung Perkutut Putih Rp 600.000
  • Burung Perkutut Bangkok Rp 350.000
  • Burung Perkutut Putih Rp 550.000
  • Burung Perkutut Jawa Rp 300.000
  • Burung Perkutut Hitam Rp 250.000
  • Burung Perkutut lokal Rp 100.000
Banyak mitos-mitos yang dihubungkan dengan burung perkutut yang katanya dapat kuat terhadap pemiliknya. Kepercayaan ini kini sudah sangat luntur seiring kemajuan jaman dan kesadaran bahwa burung perkutut hanyalah burung kicau biasa dengan bunyi Hur-ke-te-kuk yang khas dan tidak ada keistimewaan lain terkait mitos.
Memang jikalau diperhatikan suaranya, burung perkutut mempunyai bunyi khas yang kadang ada Gung nya dengan variasi menyerupai Hur - Ke - Te atau kadang lebih panjang menjadi Hur - Ke - Te - Kuk, bunyi yang terkahir inilah yang kadang menyerupai bunyi gung. Tentunya ritme dan panjang pendeknya bunyi hur - ke - te - kuk diantara burung-burung perkutut ini berbeda-beda. Tentunya penikmat burung perkutut akan menentukan burung yang rajin berbunyi atau gacor. 

Harga burung perkutut ketika ini mungkin merupakan harga burung kicau yang paling stabil alasannya animo nya yang stagnan dan hanya disukai kalangan terbatas saja.
  • Harga Perkutut Berdasarkan Jenisnya, antara lain:
  • Harga burung Perkutut Putih per ekor antara Rp 300.000 hingga Rp 600.000
  • Harga burung Perkutut Bangkok per ekor Rp 200.000 hingga Rp 350.000
  • Harga burung Perkutut Putih mata merah Rp 300.000 (Anakan)
  • Harga burung Perkutut Putih mata merah Rp 550.000 (Dewasa)
  • Harga burung Perkutut Jawa antara Rp 100.000 hingga Rp 300.000.
  • Harga burung Perkutut Hitam, Rp 150.000 hingga Rp 250.000
  • Harga burung Perkutut lokal berkisar harga Rp 100.000-an.
  • Harga Perkutut Putih Rp 600.000 per ekor
Harga burung perkutut bermacam jenis diatas dapat saja berubah sewaktu-waktu. Harga burung jenis perkutut ini juga dapat berbeda antara kawasan yang satu dengan kawasan yang lain dan dapat tergantung juga dari animo burung yang ada didaerah tersebut. Untuk daerah-daerah tertentu menyerupai di Yogyakarta atau Surakarta kemungkinan besar burung perkutut masih menjadi burung kicau yang banyak diminati oleh masyarakat terutama dari kalangan berumur.

Harga Ternak Kambing Dan Domba Masih Terpuruk Diawal 2018

Saat ini harga ternak kambing dan domba termasuk yang mengalami keterpurukan harga paling parah jikalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mengawali tahun 2018 harga kambing lokal sempat jatuh hingga titik terendah, sedangkan harga domba lebih anjlok lagi.

Informasi dari pembeli domba dipasar hewan, dikala ini hanya dengan bermodalkan uang 800 ribu rupiah dapat mendapat sepasang domba dengan ukuran sedang.

Untuk kambing siap potong juga harganya sangat jatuh, harga per ekor yang biasanya dapat 1, 5 - 2 jutaan dikala ini hanya berkisar 1 jutaan saja.

Harga kambing per kg, jikalau tahun kemudian sempat mencapi Rp 55.000 per kg, dikala ini harga hanya berkisar Rp 35.000 - Rp 40.000/kg.

Turunnya harga kambing secara drastis ini menyebabkan banyak peternak yang memang mempunyai cukup modal menahan kambingnya yang sesungguhnya sudah siap panen. Mereka menahan kambingnya hingga jelang hari raya kurban dengan keinginan harga kambing akan naik lagi seiring dengan tingginya undangan kambing kurban.

Tetapi meskipun harga kambing jatuh, untuk harga daging kambing dipasaran masih tetap bertahan dan berkisar Rp 100.000/kg.  Adakah permainan pedagang disini?